Bukti Empiris Pencelaan Komplotan Ahlul Ahwa' Pemilik Akun Palsu Ummu Andini Haidar Terhadap Para Aimah Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah
Maka kita katakan :
(1) Al-Qur'an dan Hadits shahih itu wajib dipahami sesuai pemahaman Salafush Sholih.
(2) Terkait zakat fithri dengan selain kurma dan gandum itu terdapat khilaf mu'tabar. Jumhur ulama Ahlus-Sunnah sepakat bolehnya zakat dengan bahan makanan pokok berdasarkan keumuman hadits shahih. Bahkan Umar bin Abdul Aziz (seorang pembesar tabi'in, seorang khalifah dan mujaddid) membolehkan zakat fithri dengan dirham. Tentunya dengan pertimbangan mashlahat.
(3) Imam Asy-Syafi'i seorang mujaddid, imam Ahlus-Sunnah dan seorang mujtahid yang punya laqob "Nashir As-Sunnah" yang insya Allah tak mungkin berfatwa berdasarkan hawa nafsu. Sehingga andai ijtihad beliau salah, maka insya Allah berhak mendapat 1 pahala dan dosanya diampuni.
(4) Orang yang terjatuh perkara bid'ah untuk perkara khilaf mu'tabar maka tidak menjadikan keluar dari Ahlus-Sunnah. Terlebih apabila tidak ada yang iqomatul hujjah di zamannya. Lain halnya jika menyelisihi dalil dan ijma' Ahlus-Sunnah.
(5) Hanya Ahlul Ahwa' (ahlul bid'ah) semisal Syiah Rafidhoh yang mencela ahli hadits dan para aimah Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar